
Suatu hari dikantor,
temanku si Fetria menawarkan buah sawo,akhirnya dia mendapatkan buah
sawo,soalnya waktu itu kita berdua ada orang yang menjual sawo di mobil pickup ketika istirahat kantor,dan waktu
mo pulang kantor kita coba cari penjual itu eh ternyata udah nggak ada ya udah
akhirnya kami bubar dan pulang kerumah masing-masing. Dan keesokan harinya, dia
bilang ke aku klo dia udah mendapatkan buah sawo, dan memanggil aku untuk
datang kemejanya buat makan buah sawo itu, dan seperti ini pembicaraan kami
Aku : “Mana Fet buahnya?”
Fetria :”Ini ka, ada di laci mejaku”Aku :”Aku minta ya...”
Fetria :”Ya ambil aja”
Aku :”Ada pisau Fet?”
Fetria :”Pisau?Buat apa?”
Aku :”Ya..buat ngupas kulit sawonya lah”
Fetria :”Emang kulitnya dikupas yah?”
Aku :”Loh..memangnya kamu makannya gmana?”
Fetria :”Aku gx kupas...”
Aku :”Hah..kamu makan ama kulit2nya yah...” (aku kaget)
Fetria :”Ya enggaklah...”
Aku :”Terus gmana...”
Fetria :”Ya buahnya...aku bagi dua ..terus aku kerok daging buahnya dengan sendok”
Aku :?????
Fetria :”Koq bingung..biasa kalee...aku juga biasanya makan sawo klo dirumah kujepitkan pintu”
Aku :”Hah..?? Bukan sawo namanya klo dijepitkan ke pintu dan klo dijepitkan ke pintu hancurlah buah
sawonya...biasanya itu buah ketapi...gmana sih..”
Fetria :”Hahahah...oh iya yah...”
Aku baru tau klo ada cara
lain makan buah sawo “tidak beradab” seperti itu, akhirnya aku makan juga buah
sawo itu dg ala Fetria, dan hasilnya lantai kerja jadi kotor.
dasar perempuan kampung, cara makan sawo aja gak ngerti :p
BalasHapus